Pendidikan Berkarakter, menciptakan individu bermoral mewujudkan masyarakat khoiru ummah

ilustrasi oleh sering.info
Ditengah zaman yang begitu banyak kehilangan karakter ini, krisis tidak hanya dari segi ekonomi, krisis moral pun berlaku di negeri gemah ripah loh jinawi ini. Pendidikan memang harus dimulai sejak dini dengan menanamkan pendidikan akhlaqul karimah, perlu adanya regulasi dari pemerintah untuk menata kembali kurikulum yang selama ini gagal menciptakan manusia Indonesia yang cerdas dan berakhlaqul karimah, banyak kalangan yang berpendapat bahwa pendidikan saat ini jauh dari cita – cita para founding fathers negeri ini, pendidikan saat ini hanya untuk kepentingan bisnis terlebih lagi  dengan instansi pendidikan ber-plat merah alias  sekolah – sekolah negeri. Bagaimana mungkin sekolah negeri kok masih mengadakan pungutan – pungutan setiap tahun ajaran baru seperti ini, misalnya saja untuk  setingkat SMP  atau Sekolah Menengah Pertama bahkan ada yang memungut sumbangan tiga juta, kemana larinya uang ini? Jika dibandingkan dengan luar negeri jauh banget bedanya, di sana semuanya di benar – benar ditanggung oleh negara.

Ada sebuah cerita, kalau tidak salah ini saya dengar dari sebuah radio yang saat itu ada acara motivasi dari andrie wongso, salah satu motivator top di Indonesia. Begini kira – kira ceritanya, di salah satu kota kecil di Indonesia, ada sebuah sekolah katakanlah sekolah SMA Y, di salah satu kelas tingkat tiga muridnya kurang bisa diatur, para guru angkat tangan untuk menangani kebandelan mereka, mereka tidak cuma bandel bahkan bodoh pula. Sampai suatu ketika datanglah seorang guru baru, sang Kepala Sekolah langsung menempatkan guru baru ini  di kelas tersebut, sebutlah kelas ini Kelas IIIY. Sang Kepala Sekolah pun memberikan daftar nama siswa beserta ada kolom angka di sebelah nama – nama siswa tersebut. Sang guru baru pun mengamati lembaran kertas – kertas itu, dalam pikirannya, ooo… rupanya siswanya adalah siswa yang pintar – pintar dimana angka – angka di sebelah nama siswa tersebut diatas 120 semua.

Hari pertama mengajar memang di buat pusing oleh ulah siswa – siswanya, ada yang suka mendebat gurunya, ada yang suka menggambar sendiri ada pula yang asyik membuat rumus tanpa memperhatikan gure sedang mengajar. Mulai bingung nih sang guru, dipikir – pikir cara apa yang tepat untuk membuat siswa ini mau balajar, Nah! Ketemu pikir sang guru, apa yang menjadi hobi si siswa disalurkan oleh sang guru, yang debat di ajak berdebat, yang hobi menggambar diajak menggambar, dan disampaikan kepada siswanya bahwa mereka semua adalah istimewa dan mereka pun akan giat belajar karena perlakuan guru yang baru ini sangat memperhatikan apa yang menjadi keinginan mereka.

Dapat disimpulkan disini, bahwa perlu kematangan seorang guru dalam mendidik siswa, jangan mengatakan mereka malas, atau kata - kata negatif lainnya,  perlakukanlah mereka secara istimewa sebagai mana anda memperlakukan siswa – siswa yang pintar. Dan tidak ketinggalan beri mereka bekal dengan ilmu agama yang mumpuni agar mereka tidak kehilangan arah kelak jika mereka terjun ke masyarakat.
Previous
Next Post »

2 comments

Click here for comments
Fathul Azis
admin
July 30, 2012 at 12:29 PM ×

sering saya dapati pengajar yg masih men-judge- muridnya dengan kata-kata negatif, khususnya di daerah yng (maaf) masih tertinggal....
mereka seharusnya tau bahwa kata-kata negatif kepada anak2(misal jangan, tidak, dll) justru akan menstimulus otak anak utk berbuat lebih lagi hal yg dilarang tersebut

Reply
avatar

Syarat memberi komentar :
1. Dilarang SPAM
2. Komentar harus sopan
3. Dilarang menaruh link hidup dan iklan dalam komentar ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment